Penyesalan Tiada Akhir
![]() |
| Renungan |
Seperti biasa saya sehabis pulang
kantor tiba di rumah langsung duduk bersantai sambil melepas penat. Sepertinya saya
sangat enggan untuk membersihkan diri dan langsung shalat. Sementara anak –
anak dan istri sedang berkumpul di ruang tengah. Dalam kelelahan tadi, saya
disegarkan dengan adanya angin dingin sepoi – sepoi yang menghembus tepat di
muka saya. Selang beberapa lama seorang yang tak tampak mukanya, berjubah putih
dengan tongkot ditangannya tiba – tiba sudah berdiri di depanku. Saya sangat
kaget dengan kedatangannya yang tiba –tiba itu. Sebelum sempat bertanya siapa
dia, tiba – tiba saya merasa dada saya sesak, sulit untuk bernafas, namun saya
berusaha untuk tetap menghirup udara sebisanya. Yang saya rasakan waktu itu ada
sesuatu yang berjalan pelan – pelan dari dadaku... terus berjalan... ,
kerongkonganku... sakittttt... sakit rasanya. Keluar air mataku menahan rasa
sakitnya. Oh
Tuhan ! ada apa dengan diriku...?
Dalam
kondisi yang masih sulit bernafas tadi, benda tadi terus memaksa untuk keluar
dari tubuhku, kkhh.... kkhhh... ,kerongkonganku berbunyi. Sakit rasanya, amat
sangat sakit. Seolah tak mampu aku menahan benda tadi. Badanku gemetar... peluh
keringat mengucur deras... mataku terbelak... air mataku seolah tak berhenti. Tangan
dan kakiku kejang – kejang sedetik setelah benda itu meninggalkanku. Aku lihat
benda tadi dibawa oleh orang misterius itu... pergi... berlalu begitu saja...
hilang dari pandanganku. Namun setelah itu, aku merasa aku jauh merasa lebih
ringan, sehat, segar, cerah... tidak seperti biasanya. Aku heran... istri dan
anak- anakku yang sedari tadi ada di ruang tengah, tiba – tiba terkejut
berhamburan ke arahku. Di situ aku melihat ada seseorang yang terbujur kaku ada
tepat di bawah sofa yang kududuki tadi. Badannya dingin kulitnya membiru. Siapa
dia????? Siapa dia????? Betapa terkejutnya aku ketika wajahnya dibalikkan, dia.....
dia..... dia mirip denganku....
Ada apa ini ya
Tuhan???
Aku mencoba
menarik tangan isteriku tapi tak mampu... Aku mencoba merangkul anak – anakku tapi
tak bisa. Aku coba jelaskan kalau itu bukan aku. Aku coba jelaskan kalau aku
ada di sini... Aku mulai berteriak... tapi mereka seolah tak mendengarkan aku,
seolah mereka tak melihatku... dan mereka terus – menerus menangis... aku
sadar... aku sadar bahwa orang misterius tadi telah membawa rohku... Aku telah
matiii... Aku telah matiii... Aku telah meninggalkan mereka... tak kuasa aku
menangis... berteriak... Aku tak kuat melihat mereka menangisi mayatku. Aku sangat
sedih, selama hidupku belum banyak yang kulakukan untuk membahagiakan mereka.
Belum banyak yang bisa aku lakukan untuk membimbing mereka...
Tapi waktu
telah habis... masaku telah terlewati, aku sudah tutup usia pada saat aku
terduduk di sofa setelah lelah seharian bekerja. Sungguh bila aku tahu aku akan
mati, aku akan membagi waktu kapan harus bekerja, beribadah, untuk keluarga
dll. Aku menyesal... Aku menyesal... aku terlambat menyadarinya. Aku mati dalam
keadaan belum ibadah (shalat). Ohh Tuhan... Jika Kau ijinkan keadaanku masih
hidup dan masih bisa membaca tulisan ini sungguh aku sangat amat bahagia. Karena
aku masih mempunyai waktu untuk bersimpuh, mengakui segala dosa dan berbuat
kebaikan sehingga bila maut menjemputku kelak aku telah berada pada keadaan
yang lebih siap... :'(

No comments:
Post a Comment